Pages Menu
Categories Menu

Posted by on Apr 19, 2016 in Barat | 0 comments

Kisah Klasik The Jungle Book Dengan Keindahan Hutan Belantara

The Jungle Book (2016)Tahun 2016 ini tidak berbeda dari tahun sebelumnya dimana memasuki musim panas di Amerika Serikat, negara asal film-film Hollywood, akan banyak film-film menarik. Salah satunya film remake The Jungle Book dari studio Walt Disney.

Studio film Disney memang jago membuat film yang dapat ditonton semua anggota keluarga. Baik berupa film animasi maupun live-action. Studio yang dulu bernama Walt Disney ini sudah terbiasa membuat film animasi sejak tahun 1940-an baik feature film (film panjang yang biasanya ditampilkan di bioskop) maupun film pendek. Walt Disney, pendiri studio animasi Disney, banyak menghasilkan film-film animasi berkualitas dan sukses di pasaran.

Oleh karena itu tidak sedikit film-film animasi tersebut ditayangkan ulang di bioskop atau dibuat sekuel. Sebagai contoh, film animasi 101 Dalmations (1961) yang telah dibuat versi live-action pada tahun 1996. Sebelumnya ada film The Jungle Book (1967) yang dibuatkan sekuelnya, The Jungle Book 2, di tahun 2003 dan versi live-action di tahun 1994 dibintangi Jason Scott Lee.

Setelah beberapa kali dibuat ulang, studio Disney pun kembali membuat ulang cerita The Jungle Book untuk ditayangkan di tahun 2016. Film ini dibuat ulang menggunakan teknologi lebih canggih dibandingkan film-film terdahulu. Bila di ketiga film sebelumnya, teknologi yang digunakan masih “tradisional” maka di film terbaru ini digunakan photorealistic rendering, computer-generated imagery dan teknologi motion capture.

Studio Walt Disney tentunya tidak sembarangan mengadaptasi cerita. Namun darimana asal cerita film ini ?

 

Buah Pena Penulis Inggris

Rudyard KiplingThe Jungle Book merupakan buah pena seorang penulis asal Inggris, Rudyard Kipling pada sebuah majalah antara tahun 1893-94. Menurut Wikipedia, Kipling yang dilahirkan di India dan sepuluh tahun berada di Inggris, menulis cerita ini ketika ia sedang tinggal di Vermont.

Cerita buku ini merupakan cerita fabel. Menggambarkan persahabatan seorang anak manusia dengan para hewan dimana anak tersebut tersebut dibesarkan di hutan. Cerita yang mengambil latar hutan belantara di India juga mengandung unsur moral di dalamnya.

Rudyard Kipling pun menulis kelanjutan cerita ini di tahun 1895, The Jungle Book 2. Bila alur cerita dalam film yang dibuat Walt Disney di tahun 1967 mengalir dengan cepat sementara dalam cerita di buku terbagi dalam beberapa bab. Dan dalam setiap bab diikuti sebuah syair.

Dikarenakan adanya pesan moral dalam cerita ini, sehingga buku ini biasanya digunakan sebagai alat motivasi oleh para pramuka pemula. Penggunaannya pun disetujui oleh Kipling setelah ada permintaan langsung dari Robert Baden-Powell, pendiri Pramuka. Tokoh Akela yang merupakan pemimpin serigala dalam The Jungle Book, biasa dijadikan panggilan nama pemimpin dari masing-masing kelompok dalam Pramuka.

 

Sekelumit Kisah The Jungle Book

Diceritakan bahwa seorang anak yang terlantar dibesarkan di hutan oleh sekelompok serigala. Anak tersebut tumbuh bersama saudara-saudara serigalanya. Mowgli pun tumbuh dengan kebiasaan-kebiasaan yang biasa dilakukan seekor Serigala atau hewan pada umumnya.

The Jungle Book 2016

Bila ia melakukan sesuatu yang tidak lazim dilakukan oleh hewan, seperti mengambil air menggunakan suatu wadah dan meminumnya dari wadah tersebut, maka Mowgli akan mendapat teguran dari pemimpin kelompok serigala, Akela. Para hewan menyebutnya sebagai “trik”.

Para hewan di hutan tersebut menerima keberadaan Mowgli dan hidup damai, namun ada satu hewan karnivora yang selalu berusaha memangsa Mowgli. Ia adalah Shere Khan, harimau yang menaruh dendam terhadap manusia. Ia beranggapan bahwa Mowgli kecil yang hidup akrab dengan para hewan akan tumbuh menjadi manusia dewasa dan akan berbalik menyerang para hewan.

Akela dengan penuh kewibawaan berhasil mengusir Shere Khan yang membujuk Akela untuk menyerahkannya. Beranggapan hutan sudah tidak aman bagi anak tersebut maka Akela menyuruhnya untuk meninggalkan hutan dan kembali ke sebuah desa tempat para manusia tinggal. Meski Mowgli bersikeras tinggal namun dengan bantuan Bagheera, seekor harimau kumbang, pada akhirnya ia pun meninggalkan hutan.

Karena film The Jungle Book ini merupakan remake dari film animasi dengan judul sama pada tahun 1967 maka inti ceritanya pun sama. Perjalanan Mowgli diantaranya pergi bersama Bagheera lalu bertemu Baloo yang menolongnya dari lilitan ular piton, Kaa. Lalu bertemu sekelompok monyet yang dipimpin King Louie.

Pada tulisan ini penulis tidak akan memberitahukan jalan cerita seluruhnya dari film ini namun bagi pembaca yang menyukai film-film dari studio Disney maka Anda tidak akan kecewa menontonnya.

 

Efek Visual Nan Mencengangkan

Memang telah beberapa kali cerita ini dibuat film. Salah satunya versi live-action di tahun 1994 yang dibintangi Jason Scott Lee. Para hewan pada film itu tidak berbicara karena memang hewan sebenarnya. Namun pada film yang tayang di tahun 2016 ini, keseluruhan hewan bisa berbicara seperti di film animasi.

Ini karena menggunakan teknik komputer grafis berupa Computer Generated Imagery, photorealistic rendering, dan teknologi motion capture. Hutan belantara yang lebat dan keindahan alamnya pun menggunakan teknologi ini. Bila film ini masuk nominasi Oscar tahun depan untuk kategori Best Visual Effect maka penulis tidak akan terkejut karena memang visual effect-nya memang menakjubkan.

 

Post a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *